Penanganan Pasca Panen

Pasca panen merupakan proses penting untuk menjaga komoditas dalam kondisi terbaiknya secara kualitas dan kuantitas. Hasilnya petani dapat menekan kehilangan hasil panen, menekan tingkat kerusakan dan meningkatkan daya simpan dan daya guna komoditas untuk memperoleh nilai tambah. Penanganan pasca panen yang tidak tepat menyebabkan kehilangan hasil, baik bobot maupun kualitas komoditas yang dihasilkan. Terlebih saat musim hujan, komoditas perlu diperlakukan khusus.

Di lapangan sendiri, praktisi pertanian lebih fokus pada peningkatan hasil produksi daripada upaya penanganan pasca panen. Ini artinya pemahaman mengenai penanganan pasca panen masih rendah sehingga butuh sumberdaya yang mampu menangani permasalahan ini. Beberapa kasus pasca panen di Indonesia yang tidak tertangani membuat petani mengalami kerugian. Pada 2017 lalu petani bawang di Kulonprogo, Yogyakarta mengalami kerugian karena harus buru-buru menjual bawangnya dengan harga murah. Sementara Kepala Dinas Pertanian DIY mengatakan untuk mengantisipasi rendahnya harga bawang petani dapat menerapkan inovasi dengan pengawetan untuk menunda penjualan hingga harga normal.

Kegiatan pasca panen tidak lepas dari kemajuan teknologi. Tantangannya adalah merancang teknologi yang membuat penanganan pasca panen lebih efisien sehingga dapat membantu petani menekan kehilangan hasil panen.

Ketepatan Dalam Bertani

Menjadi petani tidak hanya cukup menanam dan memanen hasil. Lebih dari itu petani harus paham mengenai seluk beluk perawatan tanaman. Pertanian presisi merupakan bentuk pertanian yang bertumpu pada pengamatan dan pengukuran sehingga diperoleh data yang digunakan untuk melakukan kegiatan bercocok tanam yang efektif dan efisien. Salah satunya penting mengetahui unsur-unsur organik dan anorganik yang penting bagi tanaman, hingga berapa kadar unsur-unsur tersebut harus ada dalam media tanam. Tahap ini menentukan kualitas tanaman dibudidayakan. Tanaman yang berkualitas tentunya akan berdampak pula pada produktivitas tanaman.

Tanaman perlu perlakuan yang tepat bahkan khusus agar dapat berkembang menghasilkan kuantitas dan kualitas yang maksimal. Setiap unsur hara memiliki fungsi berbeda sehingga penting bagi petani untuk memastikan semuanya sudah tercukupi. Kekurangan dan kelebihan unsur hara akan memberikan dampak yang merugikan tanaman. Misalnya unsur hara mangan berfungsi menyerap unsur N, ketika kekurangan maka akan menghambat pertumbuhan tanaman. Selain itu, penyiraman yang kurang maupun berlebihan dapat menganggu pertumbuhan tanaman. Pertanian yang terukur menjadi kunci petani dalam menerapkan pertanian presisi.

Namun penerapan pertanian presisi ini kurang maksimal karena keterbatasan petani untuk memperhitungkan aspek-aspek pertanian. Maka dibutuhkan teknologi yang mampu membantu petani mengamati dan memperhitungkan aspek-aspek dalam bercocok tanam. 

Hama & Penyakit

Dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman tidak lepas dari gangguan hama. Hama dapat menyebabkan bagian-bagian tumbuhan menjadi rusak mulai dari akar, batang, daun, bunga hingga buahnya. Dampaknya dari serangan hama tersebut membuat pertumbuhan terhambat hingga membuat tumbuhan mati. Bila komoditas yang ditanam petani di berbagai wilayah Indonesia terus menerus diserang hama, patogen, maupun penyakit maka kerugian petani akan semakin besar. Selain petani, konsumen juga dapat dirugikan bila hasil pertanian tidak maksimal, bahkan menyebabkan komoditas yang dijual langka sehingga harga menjadi mahal. Seperti yang akhir-akhir ini terjadi di beberapa daerah termasuk Yogyakarta, petani cabai di Sleman yang merugi akibat rendahnya harga cabai ditambah serangan hama patek dan busuk batang.

Penanganan hama tersebut perlu segera dilakukan agar kerugian dapat ditekan. Kehadiran teknologi menjadi solusi yang tepat dalam mengidentifikasi dan pengendalian hama.

Berita Hack a Farm