Talk Series 3 #Hackafarm, Ketahanan Pangan Untuk Masa Mendatang

Talk Series ketiga dari rangkaian acara Hack A Farm yang bertemakan Innovation for Supporting Food Security yang telah diselanggarakan pada Rabu, 5 Agustus 2020. Sharing session yang ketiga ini menghadirkan praktisi hebat pada bidang pertanian untuk memberikan sudut pandang tentang ketahanan pangan masa depan.

Pada sesi pertama, Dr. Andriko Noto Susanto selaku kepala pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan. Dr. Andriko menyampaikan kondisi makro ketahanan pangan pada masa new normal, beliau menyampaikan juga bahwa setiap individu di Indonesia harus dapat hidup sehat, aktif serta produktif. Berbicara mengenai ketahanan pangan, Dr. Andriko menyampaikan bahwa ada empat pilar yang menyokong ketahanan pangan, yaitu ketersediaan pangan harus dipastikan, keterjangkauaan pangan bagaimana bahan makanan bisa sampai kepada masyarakat, pemanfaatan bagaimana bahan makanan yang sudah dibeli dapat dimasak dan memberi asupan gizi serta keamanan pangan dimana makanan harus sehat dan aman.

Guna mencapai empat pilar ketahanan pangan di atas, Kementrian Pertanian mengeluarkan program dan strategi untuk menjamin ketersediaan pangan (peningkatan kapasitas produksi) dengan melakukan empat langkah yaitu, mempercepat penanaman padi MT II 2020 kemudian melakukan intenfikasi lahan rawa dan ekstensifikasi lahan, perluasan areal tanam baru(PATB) di daerah yang kekurangan sumber pangan dan meningkatkan produksi tiga bahan pokok daging sapi, gula dan bawang untuk mengurangi impor. Strategi yang kedua adalah diversifikasi pangan lokal, dimana pemerintah mengusahakan masyarakat untuk mengonsumsi selain beras seperti jagung, ubi kayu, sorgum dan sebagainya. Strategi yang ketiga adalah penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, dimana pemerintah membangun sistem logistik pangan yang bertujuan untuk mengamankan cadangan non-beras diseluruh Indonesia dan juga pemerintah mengharapkan setiap desa mempunyai lumbung pangan masyarakat jika terjadi peristiwa tertentu sehingga masyarakat mempunyai cadangan pangan. Strategi yang terakhir merupakan pengembangan pertanian modern, dimana pemerintah mengembangkan smart farming untuk membantu pertanian di Indonesia dan juga pemanfaatan Screen House agar petani dapat menanam tanaman ­off season.

Sumber: Presentasi Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan

Program dan Strategi Ketahanan Pangan

Dengan hadirnya strategi dari pemerintah diharapkan cadangan pangan akan terus tersedia sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan apabila terjadi suatu peristiwa yang tidak diinginkan.

Permasalahan ketahanan pangan nasional juga menjadi bahasan penting pada sesi kedua yang disampaikan oleh Andi Nusa Patria selaku Vice President Indmira Group dimana membahas lebih lanjut bagaimana peran teknologi terhadap ketahanan pangan. Berdasarkan skenario sistem pangan yang dirancang oleh World Economic Forum menggambarkan pada masa mendatang sistem pangan akan dipengaruhi oleh pola konsumsi dan konektivitas pasar.

Namun bila melihat dampak dari pandemi Covid-19, dapat dilihat ada perubahan pola konsumsi dan konektivitas pasar. Pandemi memutuskan konektivitas pasar sehingga mengubah pola konsumsi. Andi menjelaskan bahwa pada masa pandemi ini adalah momentum yang baik untuk meredesain resiliensi sistem pangan untuk membantu mengurangi food mileage yaitu dengan mendekatkan titik produksi dengan titik konsumsi. Konsep mengurangi food mileage dapat didukung dengan penggunaan teknologi, teknologi yang dapat diterapkan antara lain, backyard farm, recirculating aqualture system, konversi lahan marginal menjadi produktif dan pabrik pupuk dalam kebun. Dengan begitu akan membantu mengurangi jarak transportasi makanan sejak waktu produksi hingga mencapai konsumen.

Pemateri pada sesi ketiga merupakan Deputy Director Kabupaten Lestari, Adinda Aksari yang menyampaikan inovasi untuk mendorong ketahanan pangan. Adinda menyampaikan bahwa kebutuhan ekonomi yang tinggi jangan sampai menurunkan ketahanan pangan. Selain itu juga, diharapkan semua aspek masyarakat dapat terlibat dalam menciptakan inovasi untuk mendukung ekonomi dalam skala besar tanpa merusak potensi lingkungan. Dengan hadirnya Kabupaten Lestari diharapkan dapat membantu pemerintah dalam memberdayakan manusia dan alam agar menciptakan ekosistem yang terjaga, ekonomi yang produktif dan tangguh bencana.

Dari narasumber Talk Series Hackafarm yang ketiga, kita dapat mengetahui hambatan dalam menjaga ketahanan pangan di masa pandemi ini. Harapannya dengan semakin banyak inovasi yang dilakukan dan pemanfaatan teknologi di bidang pertanian dapat mendorong serta menjaga ketahanan pangan di Indonesia.

Hack a Farm mewadahi berbagai ide dan inovasi teknologi pertanian dan perikanan. Kembangkan inovasi dengan submit ide ke website Hack a Farm, dapatkan kesempatan untuk mengikuti 36 jam hackathon online, workshop, mentoring dan pitching.

Hack a Farm 2020: Membangun Ekosistem Teknologi Bidang Pertanian

Hack a farm 2020 telah berlangsung secara online pada 15 – 17 September 2020 diikuti oleh 10 tim finalis terpilih. Selama tiga hari kesepuluh tim me....

Ini Fasilitas untuk Timmu di Hack a farm 2020

Hack a Farm 2020 merupakan wadah bagi generasi muda untuk berkumpul serta berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan dalam bidang pertanian secara....

Hack A Farm 2020 Dibuka, Kompetisi Daring untuk Majukan Agrikultur dan Akuakultur

Hack A Farm merupakan kompetisi inovasi teknologi dalam bidang agrikultur dan akuakultur yang telah berlangsung dua kali pada tahun 2016 dan 2019. Hac....