Problem Statement

Inovasi yang dihasilkan melalui Hack a Farm akan mengarah pada pemecahan masalah akuakultur sesuai dengan problem statement sebagai berikut:

1. Renewable Energy untuk Efisiensi Energi di Budidaya

     Renewable Energy atau energi terbarukan merupakan energi yang berasal dari sumber-sumber alamiah seperti sinar matahari, angin, hujan, geothermal dan biomassa. Pemanfaatan renewable energy sendiri untuk aktifitas budidaya sangat diperlukan. Hal ini berkenaan dengan alat dan proses yang dibutuhkan dalam kegiatan budidaya. 

     Pengembangan teknologi sangat diperlukan dalam sektor akuakultur yang bertujuan untuk yang mengolah energi agar dapat dimanfaatkan dalam operasional tambak. Salah satunya pengembangan solar panel maupun kincir angin di pinggir pantai untuk mencukupi kebutuhan listrik pada budidaya ikan di tambak. Kebutuhan listrik menjadi faktor penting pula bagi operasional tambak untuk menggerakan turbin yang berfungsi dalam proses aerasi (meningkatkan kandungan oksigen dalam tambak agar organisme dalam tumbuh sehat).

2. Manajemen dan Resirkulasi Inlet dan Outlet Kolam

     Pada masa sekarang ini dalam proses budidaya biota laut menggunakan kolam-kolam yang bervariasi mulai dari kolam beton hingga kolam terpal. Dalam proses budidaya ini diperlukan yang namanya proses resirkulasi dimana hal ini untuk menjamin kualitas air. Proses resirkulasi ini sendiri dilengkapi oleh 2 tahap inlet dan Outlet untuk mendukung sirkulasi air kolam. 

   Proses inlet merupakan sebuah proses berfungsi sebagai penyaring kotoran yang dibawa oleh aliran air sungai, sementara itu proses outlet merupakan sebuah saringan yang berfungsi untuk menyaring ikan pada saat sirkulasi air berlangsung. Kedua hal ini penting untuk menjaga kualitas air yang digunakan tetap steril dan stabil. Manfaat lain dari management inlet dan outlet adalah budidaya yang ramah lingkungan dengan penggunaan kembali air yang telah disterilkan untuk budidaya.

3. Waste Management dalam Budidaya

     Dalam budidaya perikanan tentunya akan ada banyak limbah yang dihasilkan. Mulai dari limbah pakan, air, ikan yang telah mati, dan sebagainya. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat menyebabkan pencemaran pada lingkungan. Untuk mengolah limbah tersebut agar tidak menjadi sumber pencemaran, dibutuhkan sebuah teknologi yang mampu mengolahnya. 

     Teknologi pengelolaan limbah diharapkan mampu mengolah limbah dengan baik dengan cara pemanfaatan kembali limbah. Contoh dari pemanfaatan limbah dari budidaya perikanan adalah pembuatan pupuk, karena produk limbah kaya akan protein dan lemak yang mampu meningkatkan proses pembusukan. Jika limbah sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali, maka limbah tersebut dapat dikembalikan ke lingkungan dalam bentuk yang sudah diolah agar tidak mencemari lingkungan.

4. Peningkatan Produksi Budidaya

     Pembudidayaan ikan merupakan kegiatan memelihara, membesarkan, dan mengembangbiakkan ikan sampai dengan memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol. Seperti budidaya di bidang lainnya, budidaya perikanan memiliki banyak kendala dalam prosesnya. Hambatan tersebut terjadi karena adanya beberapa faktor, diantaranya faktor cuaca yang tidak menentu, penyakit pada ikan, pakan ikan, dan lainnya. 

     Dengan adanya beberapa hambatan tersebut, dibutuhkan sebuah solusi yang terintegrasi dengan peningkatan hasil produksi. Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan teknologi budidaya perikanan. Semakin sedikit hambatan yang terjadi, maka semakin meningkat pula produksi pada budidaya perikanan.

download1

Problem Statement oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan :

5. Komoditas ikan yang berkualitas dan harga terjangkau

     Pada tahun 2018, rata-rata tingkat konsumsi ikan di Indonesia baru mencapai 41 kg per kapita per tahun. Angka tersebut termasuk rendah dibandingkan negara lain seperti Malaysia (70 kg per kapita per tahun) dan Jepang (100 kg per kapita per tahun). Namun, untuk di Indonesia sendiri angka tersebut terbilang cukup tinggi dibandingkan dengan tahun – tahun sebelumnya. Sehingga, komoditas ikan akan terus didorong sesuai dengan kebutuhan pangan untuk dalam maupun luar negeri. Ikan yang dipasok pun harus memiliki kualitas yang bagus dan memenuhi standar untuk layak dikonsumsi. 

      Selain memperhatikan kualitas ikan untuk dikonsumsi, harga ikan juga harus diperhatikan. Harga ikan harus sesuai dengan standar di suatu wilayah agar dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Dengan harga yang terjangkau maka rata – rata tingkat konsumsi ikan pun akan terus meningkat diimbangi dengan kualitas ikan yang baik.

6. Supply ikan yang continue dan seragam ukurannya

     Selama ini tidak semua pemasok ikan memasok ikannya dalam jumlah banyak dan ukuran yang seragam. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya beberapa faktor, salah satunya yaitu karena masih mengandalkan hasil tangkap dari alam. Hal tersebut tentunya dapat menurunkan kualitas dan kuantitas ikan hasil tangkap.

     Dengan adanya permasalahan tersebut, maka dibutuhkan teknologi yang mampu memberikan solusi ideal dalam memasok ikan secara continue dan memiliki ukuran yang seragam. Selain adanya dukungan teknologi, harus ada dukungan dari pemasok agar dapat menghasilkan ikan dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi.

Berita Hack a Farm